. "Kita tidak bisa membatalkan keputusan Mahkamah Konstitusi, tetapi kita tidak bisa menekan keinginan rakyat untuk melindungi demokrasi liberal," tulis Rep. Ra di media sosialnya hari itu.
Terkait dengan keputusan Mahkamah Konstitusi yang memakzulkan mantan Presiden Yoon Seok-yeol, Rep. Na berkata, "Saya ingin bertanya apakah keputusan ini berpihak pada Republik Korea dan rakyatnya."
"Saya yakin keputusan ini dibuat tanpa mempertimbangkan proses hukum, demokrasi parlementer, penghidupan rakyat, dan kepentingan nasional, yang semuanya akan runtuh dengan runtuhnya Kongres satu partai," katanya.
Ia melanjutkan, "Jika kediktatoran Partai Demokrat Lee Jae-myung melampaui kekuasaan legislatif dan merebut kekuasaan eksekutif juga."
Berdasarkan asumsi ini, ia menulis, "Republik Korea di mana bahkan hak veto presiden tidak lagi berlaku dan hukum jahat yang mereka dorong dapat diterapkan dengan mudah. Itu bukanlah masa depan yang kita inginkan."
Anggota DPR Na menambahkan, "Kita semua harus dibekali dengan rasa tanggung jawab yang besar terhadap masa depan Republik Korea. Pertama, kita harus memperbaiki disiplin kekuatan rakyat dan bergerak maju sebagai satu kesatuan.
Ia mengakhiri pernyataannya dengan menekankan tanggung jawab partai, dengan mengatakan, "Kita harus melakukan yang terbaik untuk mencapai ini."
2025/04/04 20:33 KST
Copyrights(C) Herald wowkorea.jp 83