"Memang," katanya. Cho Seung-rye, juru bicara utama Partai Demokrat, mengatakan dalam pengarahan tertulis pada sore itu, "Yoon Seok-youl, dalang perang saudara, telah menodai persidangan pemakzulan dengan kebohongan yang tidak bermoral dan tuduhan yang memaksa sampai akhir."
"Yoon Seok-yol tidak pernah menyesali perang saudara sampai akhir," katanya. Ia melanjutkan, "Mahkamah Konstitusi harus segera menyingkirkan Yoon Seok-youl, dalang kerusuhan sipil yang belum merenungkan kesalahannya.
"Bahkan dalam pernyataan terakhirnya, Yoon Seok-youl terus menyalahkan orang lain, mencari-cari alasan dan delusi. Dia tidak menunjukkan penyesalan atas perang saudara atau permintaan maaf yang tulus kepada rakyat," katanya.
"Itu ide yang menakutkan," katanya, seraya menambahkan, "Mereka memaksakan teori-teori yang tidak berdasar pada partai oposisi dan mencap mereka sebagai 'kekuatan anti-nasional.' Itu menegaskan bahwa delusi yang mengabaikan pemisahan kekuasaan dan tatanan konstitusional adalah esensi sejati dari perang saudara."
Ta. "Meskipun banyak kesaksian dan bukti yang telah diajukan, mereka telah menyebarkan kebohongan yang tidak bermoral tentang 'darurat militer untuk banding' dan 'darurat militer damai.' Pasukan bersenjata ada di Majelis Nasional," kata Cho.
"Mereka ngotot bahwa semua yang dilihat dan didengar masyarakat, bahwa mereka menyerbu KPU dan berupaya melakukan penangkapan ilegal terhadap sejumlah orang, adalah ilusi," ungkapnya.
2025/02/26 09:31 KST
Copyrights(C) Edaily wowkorea.jp 88