Juru Bicara Kepresidenan yang baru ditunjuk, Kim Nam-jung, berbicara di Yeongsan
Pernyataan tersebut disampaikannya saat memberikan pengarahan pertamanya di Kantor Kepresidenan (Yongsan) dan menjelaskan hasil Sidang Kabinet ke-44 yang digelar pada pagi hari.
Pertama, dalam rapat Kabinet hari itu, Juru Bicara Kim mengumumkan bahwa undang-undang operasi keselamatan kapal penangkap ikan
Ia menjelaskan alasan penundaan beberapa amandemen. Pada rapat Kabinet hari itu, diputuskan bahwa jika kapal penangkap ikan tidak melaporkan lokasinya atau membuat pemberitahuan palsu, denda yang berlaku saat ini adalah 5 juta won (sekitar 526.500 yen).
Pemerintah bermaksud mengumumkan peraturan tersebut setelah resolusi untuk memungkinkan pengenaan denda selain hukuman penjara, tetapi menunda resolusi tersebut, dengan alasan bahwa "ada pendapat yang menyatakan bahwa denda yang lebih tinggi daripada denda biasa akan lebih baik dalam hal efek pencegahan."
Terkait hal ini, Juru Bicara Kim berkata, "Saya ingin menjelaskan hal ini karena memberi kita gambaran sekilas tentang kebijakan dasar pemerintahan nasional. Dalam masyarakat kapitalis, jika keuntungan ekonomi dapat diperoleh tanpa mematuhi hukum, hal itu bisa dianggap ilegal."
Ia melanjutkan, "Kebijakan pemerintah Korea adalah menciptakan masyarakat yang akan menderita jika warganya tidak mematuhi hukum yang membahayakan keselamatan dan nyawa warganya."
Hal ini berkaitan dengan pencegahan kecelakaan industri, yang telah diselidiki. Pada rapat Kabinet hari itu, undang-undang organisasi pemerintahan juga disahkan, yang menguraikan penghapusan Kejaksaan Agung dan pemisahannya menjadi Badan Penyidikan Kejahatan Berat dan Badan Kejaksaan.
Presiden Lee juga meminta pemerintah untuk menyelesaikan reorganisasi dengan lancar melalui koordinasi yang tepat antara kementerian dan lembaga, karena reorganisasi akan dilakukan setelah masa penyesuaian.
Presiden Lee Jae-myung berkata, "Pemerintah akan mengatur ulang operasinya dan menyesuaikan pekerjaannya.
Situasinya sedemikian rupa sehingga kerja sama antar-kementerian dan lembaga perlu semakin erat. Tantangan terbesar bagi pemerintahan ini adalah menghilangkan hambatan antar-kementerian dan lembaga. Saya akan mengadakan pertemuan rutin dengan para menteri terkait dan melaporkan isu-isu penting kepada saya sendiri.
"Kami akan memberikan lebih banyak pujian dan penghargaan kepada PNS yang berkinerja baik, sementara kami akan memberikan hukuman berat kepada PNS yang kurang disiplin," ujar Kim, seraya mengimbau para Anggota Dewan Negara untuk "memperhatikan kepribadian mereka."
Presiden Lee menegaskan kembali niat jelas pemerintah untuk "menghukum mereka yang tidak bertanggung jawab." Ia berkata, "Hal terpenting adalah apa yang dilakukan oleh Anggota Dewan Negara. Anda harus memaksimalkan wewenang Anda dalam urusan yang berada di bawah yurisdiksi Anda dan bertanggung jawab atasnya."
"Tidak," pintanya.
2025/09/30 20:44 KST
Copyrights(C) Herald wowkorea.jp 83
