北朝鮮、国連傘下機関に「韓国ドローンの平壌侵入」真相調査を改めて要求
Korea Utara kembali menuntut badan PBB untuk menyelidiki intrusi pesawat nirawak Korea Selatan ke Pyongyang
Korea Utara sekali lagi meminta Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), sebuah badan khusus di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk melakukan penyelidikan skala penuh atas insiden tersebut, dengan klaim bahwa pesawat tak berawak militer Korea Selatan telah melanggar wilayah udaranya.
NK News, media AS yang mengkhususkan diri pada Korea Utara, melaporkan pada tanggal 27 (waktu setempat) bahwa Korea Utara telah menyerahkan dokumen kerja kepada ICAO yang mendesak penyelidikan menjelang Sidang Umum ICAO ke-42 yang akan diadakan bulan depan.
Sebelum ini, Dewan ICAO menolak pengaduan yang diajukan oleh Korea Utara pada bulan April tahun ini yang menuduh bahwa pesawat tak berawak militer Korea Selatan telah menjatuhkan selebaran di atas Pyongyang, yang melanggar kedaulatan wilayah udaranya.
Dewan memutuskan bahwa masalah pesawat tak berawak tidak termasuk dalam cakupan Konvensi Chicago dan tidak cukup bukti bahwa masalah itu menimbulkan ancaman terhadap keselamatan penerbangan.
Konvensi Chicago adalah hukum internasional yang bertujuan untuk menjaga ketertiban dan keselamatan dalam penerbangan sipil internasional.
Pada prinsipnya, hal ini tidak berlaku untuk pesawat udara nasional, seperti pesawat militer, bea cukai, dan kepolisian. Namun, jika suatu pesawat udara nasional menimbulkan ancaman terhadap keselamatan pesawat udara sipil, ICAO dapat merekomendasikan perbaikan.
Korea Utara juga menekankan dalam makalah kerja yang diserahkan kepada ICAO bahwa Korea Selatan terus menggunakan balon untuk menjatuhkan selebaran di wilayah Korea Utara, sehingga menimbulkan bahaya bagi pesawat Korea Utara.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa total 1.325 balon telah memasuki wilayah udara Korea Utara sejak saat itu, dengan 125 penampakan pada tahun ini saja.
Menurut NK News, Korea Utara menyerahkan dokumen kerja menjelang Sidang Umum ICAO.
Dokumen lainnya mencakup pembenaran Korea Utara atas peluncuran uji coba rudal dan pernyataan yang bertentangan dengan kekhawatiran ICAO tentang upaya Korea Utara untuk mengganggu sinyal GPS.
Ini termasuk konten yang akan dirilis.
2025/08/29 06:02 KST
Copyrights(C) Herald wowkorea.jp 104