Dia menyatakan niatnya untuk mempromosikan "reformasi politik." Presiden Yoon menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri sidang ke-11 pemakzulan yang diadakan di Mahkamah Konstitusi pada tanggal 25. “Jika saya kembali bekerja, saya akan
"Saya akan memfokuskan paruh kedua masa jabatan saya untuk mendorong reformasi hukum dan politik," katanya, seraya menambahkan, "Sejak awal masa jabatan saya sebagai presiden, saya memiliki rencana untuk mendorong reformasi politik, seperti mengubah konstitusi dan sistem pemilihan umum, mulai dari pertengahan masa jabatan saya."
telah melakukan. Lebih jauh lagi, Presiden Yoon mengusulkan "sistem presidensial terdesentralisasi" di mana presiden akan bertanggung jawab atas urusan luar negeri dan keamanan, dan perdana menteri akan bertanggung jawab atas urusan dalam negeri. Presiden Yoon mengatakan, “Mengingat situasi internasional yang berubah dengan cepat dan berbagai krisis global,
"Presiden akan fokus pada hubungan luar negeri dan akan menyerahkan kewenangan signifikan atas masalah dalam negeri kepada perdana menteri," katanya. Ia juga menyebutkan struktur ekonomi Korea, dengan mengatakan, "Ekonomi kami sangat bergantung pada negara asing.
"Selain itu, sejak pelantikan pemerintahan Trump di Amerika Serikat, kita pasti akan terpengaruh oleh perubahan mendadak dalam tatanan internasional dan ketidakpastian keamanan ekonomi global."
Ia melanjutkan, "Krisis dapat diubah menjadi peluang tergantung pada kebijakan nasional yang kita pilih.
"Kami akan melakukan yang terbaik untuk melindungi kepentingan nasional kami melalui hubungan luar negeri, dengan mengandalkan pengalaman kami dalam membangun aliansi ROK-AS yang terkuat dalam sejarah dan memimpin kerja sama ROK-AS-Jepang," katanya.
Dia menyatakan. Presiden Yoon menyebutkan "pengorbanan dan tekad" dan juga mengisyaratkan kemungkinan mengubah konstitusi untuk memperpendek masa jabatan. “Tanpa pengorbanan dan tekad presiden petahana, amandemen konstitusi dan reformasi politik tidak akan tercapai, maka saya
"Saya bermaksud mencapainya," katanya. Ia juga menekankan, "Apapun sisa masa jabatan saya, saya akan menganggap amandemen konstitusi dan reformasi politik sebagai misi terakhir saya, dan akan berusaha sekuat tenaga untuk memperbaiki sistem tahun 1987."
Presiden Yoon mengatakan, "Kami akan segera merevisi konstitusi dan menciptakan konstitusi serta struktur politik yang sejalan dengan perubahan sosial," dan menambahkan, "Kami akan berusaha keras untuk mencapai persatuan nasional dalam proses revisi konstitusi dan reformasi politik."
"Saya tidak punya alasan untuk berkutat pada sisa masa jabatan dan ini merupakan kehormatan besar bagi saya," pungkasnya.
2025/02/26 06:39 KST
Copyrights(C) Herald wowkorea.jp 104